10 Sebab Kenapa Anda Suka Menunda-Nunda, Makanya Pekerjaan Anda Nggak Beres-Beres

Sekiranya sering sekali pekerjaan Anda tidak kunjung selesai, atau, kalau pun selesai, sering terlambat, bisa jadi Anda kena penyakit suka menunda-nunda. Hm, jangan spele dengan penyakit ini. Mungkin awalnya Anda bakal ketawa-ketawa, tapi, lama-lama, nanti Anda bakal menangis. Karena segala hal yang tengah Anda butuhkan dan inginkan tak kunjung didapat!

Nah, berikut ini adalah 10 hal yang membuat Anda terus saja menunda-nunda. Sadarilah, agar Anda bisa memperbaikinya.

1. Anda Hobi Terlambat

Terlambat Pergi Kerja

Jika pekerjaan Anda harus diselesaikan dalam suatu rentang waktu, maka harusnya Anda mengerjakannya yah pada saat itu. Biasanya, Anda itu hobi terlambat penyebabnya karena 2 hal. Pertama, manajemen waktu Anda buruk. Atau, kedua, Anda tidak memiliki orientasi yang benar.

Kalau menurut kasus yang sering terjadi, biasanya bukan karena manajemen waktu yang buruk. Tapi karena salah orientasi. Seandainya manajemen waktu Anda buruk, Anda bisa minta tolong orang yang lebih ahli untuk sharing ilmunya ke Anda.

Namun kalau sudah salah orientasi, menganggap pekerjaan tersebut tidak penting, tidak berguna, tidak bermanfaat, nah, itu dia pemicu yang membuat Anda hobinya terlambat aja..

Ingatlah motivasi awal Anda, kenapa Anda harus melakukan pekerjaan tersebut.. Kalau memang ternyata tidak ada penjelasannya, lebih baik Anda kerjakan hal lain yang memang benar-benar berguna, yang notabene Anda senangi..

2. Anda Multi-Tasking

Bahayanya Kerja Multi-TaskingKerjainlah satu per satu. Pun pikiran Anda jangan merantau ke pekerjaan yang lainnya. Yang Anda jadikan rujukan itu jangan khayalan, tapi perhitungan.

Lihatlah faktanya, banyak dari mereka yang lebih cepat sukses dan lebih produktif, kerjanya efektif dan efisien, karena mereka tidak melakukan banyak jenis pekerjaan dalam satu waktu.

Memang banyak banget orang yang kepingin bisa ini, jago itu, master desain grafis, rajin nulis, bisnis bagus, semuanya kepingin. Tapi yang jalan optimal nggak ada.

Anda bisa menganalogikannya dengan aktivitas yang lebih ringan saja:

  • Coba, bisa nggak Anda lagi ngomong sama pelanggan Anda di telpon, sekaligus melayani pelanggan yang ada di depan mata Anda langsung?
  • Coba, bisa nggak dalam 5 menit Anda menulis suatu jawaban yang membutuhkan waktu 5 menit untuk menulisnya, sekaligus menulis suatu jawaban di kertas lain yang juga membutuhkan waktu 5 menit untuk menulisnya?
  • Begitulah. Lebaik baik, Anda melakukannya satu per satu. Fokus satu dulu. Kalau udah selesai bener-bener, barulah kerjain yang lain. Kuncinya itu: fokus.

3. Anda Tidak Membuat Perencanaan dengan Baik

Gagal Merencanakan = Merencanakan Gagal - Quotes.TeknikHidup.com

Gagal merencanakan = merencanakan Gagal. Kerapnya orang itu dia melakukan macam-macam hal dalam satu hari. Lalu ketika malam harinya, dia bertanya, “Hari ini aku sudah ngapain aja ya? Apa saja manfaat yang sudah kuberikan dan kudapat? Apakah hari ini aku tumbuh menjadi lebih baik?” Tidak ada yang bisa dievaluasi.

Artikel Lainnya:  10 Jurus Joss Cara Meningkatkan Konsentrasi Kerja

Ibarat kalau Anda mau naik kendaraan umum, seperti angkot, bis, pesawat, kereta api, atau kapal. Anda harus nentukan mau kemana dulu, apa sih tujuan Anda? Kalau Anda nggak nentuin, jadinya nanti tiba-tiba Anda naik ke kendaraan asal-asal. Jadinya Anda ntah kemana deh.

Yang simplenya, buatlah perencanaan yang mengandung angka. Misal, hari ini Anda baca buku selama 60 menit, menulis 120 menit. Kalau dipersentasekan dalam satu hari yang ada 1440 menit, berarti persentase hal bermanfaat Anda dalam satu hari adalah ((60 + 120) / 1440) * 100% = 12,5%.

Berarti, 12,5% dari hari Anda cukup bermanfaat. Nah, tugas Anda, tinggal tingkatkan angka itu saja. Anda perhatikan pula faktor apa saja yang akan memicu peningkatan itu.

4. Perhitungan Planning Anda Lebay Banget

Planning Berlebihan Tanpa AksiMemang benar segala pekerjaan itu harus dimulai dari perencanaan. Makanya Anda rapat, coret-coret kertas, agar langkah Anda jadi jelas. Tapi, kadang ada orang yang salah paham. Dia buat perencanaannya lebay banget. Ada rencana-rencana yang sebetulnya nggak penting. Yang kalau nggak dilakukan, nggak akan berpengaruh apa-apa.

Misal:

  • Harus sambil bawa roti yang rasa kacanglah
  • Harus kertas yang poloslah
  • Harus ada fitur anunya di website inilah
  • Harus baca buku anu dululah
  • Harus saat sore baru baguslah
  • Harus bawa karpetlah
  • Harus penggaris yang ada tonjolannyalah
  • Harus inilah, harus itulah, yang sebetulnya nggak ada hubungannya, tapi alasannya seolah-olah perlu juga (menurut perasaannya, bukan pemikirannya)

Pintar-pintarlah Anda dalam mengindera sebab-akibat dari planning Anda. Simplenya tanya aja ke diri Anda, “Apa ini penting? Pentingnya apa?” Hanya terimalah jawaban yang logis, bukan yang enak.

Kalau udah ketemu, udah! Langsung pindah ke dimensi pekerjaan! Jangan lagi buat persiapan yang nggak penting! Jangan lagi baca anu, pakai anu, ambil anu, dan sebagainya lagi! Kan tadi perhitungannya udah pas? Yaudah langsung eksekusi! Kalau sibuk di planning mulu, kapan bisa terselesaikan tuh kerjaan?

5. Tempat Anda Berantakan

Kamar yang berantakan adalah cerminan dari pikiran yang berantakan - Quotes.TeknikHidup.com

Pastikanlah tempat bekerja Anda rapih. Jangan biarin baju-baju digantung sembarangan, piring dan gelas kotor belum dicuci-cuci, buku-buku dan alat tulis berserakan. Nanti kalau tiba-tiba ada kecoa, langsung pula Anda jadi seharin itu sibuk mengeluarkan kecoa dari kamar Anda. Kerjaannya pun terlantar.

Atau, kalau semuanya berantakan gitu, nanti mata Anda jadi kemana-mana. Ujung-ujungnya jadi ngerjain hal-hal yang lain deh..

6. Anda Mengiyakan Semua Ajakan dan Permintaan Orang Lain

Well, yang ini mungkin agak tidak ringan. Yaps, kadang-kadang pekerjaan Anda jadi tertunda, karena Anda membantu pekerjaan orang lain. Tidak salah juga, karena Anda dapat pahala, bonus networking. Palingan Anda hanya perlu memetakan pekerjaan-pekerjaan Anda dan permintaan orang lain itu prioritasnya gimana:

  • Penting dan mendesak
  • Tidak penting, tapi mendesak
  • Penting, tapi tidak mendesak
  • Tidak penting dan tidak mendesak
  • Lebih bagus lagi kalau Anda sudah mempelajari fiqih aulawiyah
Artikel Lainnya:  Sering Lupa dan Kurang Konsentrasi? Atasilah dengan 8 Cara Ini, Agar Kerja Jadi Optimal

Pastikan pula apakah permintaan orang tersebut sesuai dengan kebutuhan dan tujuan Anda. Kalau iya, bantulah. Kalau tidak, beranilah katakan tidak. Tentunya, dengan santun.

7. Anda Ketagihan Ngemil

Orang yang ketagihan ngemil, biasanya akan gelisah kalau dia nggak ngemil. Ntah kenapa, dia mengharuskan dirinya untuk makan Top, Tango, Richesee, Teh Gelas dan lainnya terus-terusan. Sadarilah bahwa setiap perbuatan Anda itu pasti akan menghasilkan suatu manfaat atau tidak.

Pelajariah, apakah manfaat dari Anda ngemil melulu? Dan pelajarilah, apa efek buruknya kalau Anda terus-terusan ngemil begitu?

Ngemil itu secukupnya saja. Ingat apa kata Rasulullah, ”Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika tidak mau, maka ia dapat memenuhi perutnya dengan 1/3 makanan, 1/3 minuman dan 1/3 lagi untu k bernafasnya.” (HR. Ibnu Majah)

8. Anda Langsung Menyerah Karena Pekerjaannya Susah

Susah itu karena tak terbiasa. Atau, karena Anda tak punya ilmu how to do it. Paling persoalannya yah Anda hanya perlu membiasakannya. Atau, cek juga, jangan-jangan Anda belum tuntas mempelajari bagaimana cara menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Yang paling mudah, Anda konsultasikanlah ke mereka yang dengan mudah menyelesaikan pekerjaan tersebut.

9. Anda Kebanyakan Buka Timeline Facebook, Twitter, Notif BBM, Dan Sejenisnya

Pemberitahuan Facebook FullNah, ini juga penyakit nih. Padahal tadinya cuman mau melihat suatu postingan di suatu fanpage, karena ada postingan yang diperlukan. Eeeh, tau-tau malah scrolling-scrolling postingan teman-teman di Beranda. Tau-tau ada teman lama, jadi stalk-stalk profilnya, foto-fotonya. Tau-tau lagi ada yang lucu-lucu, tambah di scroll-scroll lagi, malahan sampai jadi komen-komenan.

Memang facebook dan social media lainnya itu bukan sepenuhnya mainan. Karena ada yang pekerjaannya itu mengolah fanpage, membuat konten, ngatur fb ads, kordinasi dengan tim di grup, dan lain-lain sebagainya. Nah, kalau gitu, solusinya cobalah cari tips-trik, plug in, settingan, yang bisa mengurangi gangguan-gangguan perhatian Anda.

10. Anda Nggak Mau Minta Tolong

Ada kalanya Anda kewalahan dan memang nggak sanggup mengerjakan kerjaan-kerjaan Anda, makanya nggak beres-beres, sehingga jadinya ditunda-tunda. Kalau sudah jelas faktanya begitu, mintalah bantuan orang lain.

Sayangnya, kadang ada orang yang dia malu kalau minta bantuan orang lain. Ntah itu karena dia nggak mau dirinya terlihat lemah, karena takut ngerepotin, atau karena mental block yang tak beralasan.

Itu sebabnya, dari awal, rajin-rajinlah membantu orang lain dengan ikhlas. Agar ketika Anda hendak meminta bantuan dia di lain waktu, dia tidak kaget, dan Anda pun tidak kaget.

Sumber Gambar: Wikipedia, Giphy, FreeDigitalPhotos

BAGIKAN
Mufakir adalah seorang otaku tobat yang merasa dirinya masih belum banyak bermanfaat bagi orang lain, dan berusaha selalu ingin bermanfaat bagi orang lain. Baginya sukses itu sederhana, yaitu hari ini lebih baik dari hari kemarin. Passion menulis artikel seputar motivasi dan produktivitas.