8 Sebab Mengapa Satu Hari Anda Tidak Seproduktif Yang Seharusnya, Dan Bagaimana Cara Memperbaikinya

Apakah Anda kerap menghabiskan waktu Anda berjam-jam di depan laptop, tapi tahu-tahu hari udah siang aja, udah sore aja, udah malam aja, tapi kayaknya kok kerjaan belum ada yang beres-beres ya?

Hm, tahu nggak Anda, kenapa bisa begitu, dan gimana cara memperbaikinya, supaya hari-hari Anda jadi lebih produktif?

Pertama-tama, ketahuilah, produktif itu bukan soal kerja keras dan kedisiplinan doang, sebagaimana yang dipikirin kebanyakan orang.

Sejatinya, ada kebiasaan-kebiasaan yang membedakan antara orang yang produktif, dan orang yang tidak produktif. Kebiasaan, itulah kuncinya. Nah, sekiranya keseharian Anda kerap tidak produktif, kemungkinan besar Anda memiliki kebiasaan-kebiasaan berikut ini:

1. Anda Nggak Menentukan Tujuan Maupun Target Apapun

Wajar aja pikiran Anda jadi kemana-mana, tiba-tiba buka facebook, tiba-tiba setting blog, tiba-tiba merapihkan file, tiba-tiba main game, tiba-tiba ntah ngapain aja. Karena memang dari awal Anda nggak ada nentuin tujuan maupun target yang harus Anda capai hari ini.

Kalau ada target harian, kan enak, nanti malamnya Anda bisa buat laporan. Misal. target hari ini:

  • Harus produksi 7 desain
  • Harus dapat minimal 10 prospek
  • Harus closing dapat minimal 3 pelanggan
  • Harus posting 2 konten di fanpage facebook
  • Harus nge-tweet minimal 20 tweet

Terus, ketika hari sudah malam, Anda evaluasi deh. Bisa pakai Microsoft Excel. Misalnya, ternyata hari ini Anda cuma bisa produksi 5 desain. Berarti pencapaian Anda 5/7 * 100% = 71%. Berarti besok kinerja Anda harus lebih baik lagi, minimal 72%. Dan seterusnya..

Enak kan kalau ada tujuan dan target yang jelas?

  • Kerjaan pun jadi jelas
  • Bisa bikin laporan yang jelas
  • Ada yang bisa dievaluasi
  • Apa-apa yang udah bagus dan kudu dipertanhakan bisa ketahuan
  • Apa-apa yang dievaluasi dan kudu diperbaiki nampak
  • Besoknya pun jadi tahu harus ngapain

2. Anda Salah Menentukan Tujuan Maupun Target Anda

Punya tujuan saja tidak cukup, pastikan pula tujuan Anda udah bener. Salah tujuan, pastilah salah jalan. Pantes nggak nyampe-nyampe..

Terus cara menentukan tujuan yang benar itu gimana? Sederhananya, tujuan yang benar dibangun berdasarkan akal. Bukan perasaan, apalagi kompromi. Pikirkanlah sebab-akibat. Anda harus apa, maka Anda butuh apa. Anda butuh apa, maka Anda harus apa.

Misal, mau memasarkan tas fashion, berpikirlah sebagai si target pasar. Jangan sebagai diri Anda. Yang suka tas fashion ini orangnya gimana, laki-laki, atau perempuan? Masih muda, atau udah nenek-nenek? Yang sanggup beli siapa? Mahasiswa, apa yang udah kerja? Terus, yang lagi nge-trend itu gimana?

Dan seterusnya.. lebih spesifik, lebih bagus. Nah, dari data-data itu, kan Anda jadi bisa buat keputusan mau desain brosur yang seperti apa, mau memasarkan dengan tools apa saja, kapan waktu yang tepat..

Intinya, berpikir dengan akal. Anda indera fakta-fakta di sekitar Anda, kemudian Anda kaitkan dengan informasi terdahulu yang ada di otak Anda. Insya Allah, maka Anda bisa menemukan tujuan dan target yang benar..

Artikel Lainnya:  7 Cara Mengatur Waktu dengan Baik, Sederhana Tapi Dampaknya Tokcer!

3. Timeline Tak Sesuai dengan Deadline

Seberapa sering orang-orang kalau dikasih tugas di hari Senin, yang mana batas pengumpulannya hari Sabtu, mereka malah ngerjainnya baru di hari Jum’at? Atau bahkan di hari Sabtunya? Padahal, mereka punya 6 hari..

Biasanya, mungkin itu karena timeline mereka nggak sesuai dengan deadline. Contoh kasusnya itu:

  • Bikin deadline durasi pengerjaan suatu kerjaan adalah 4 jam, tapi padahal itu kerjaan bisa beres dalam 2 jam. Maka, jadinya malah beneran selesainya 4 jam deh.
  • Bikin deadline durasi pengerjaan suatu kerjaan adalah 5 hari, tapi padahal itu kerjaan bisa beres dalam 2 hari. Maka, jadinya malah beneran selesainya 5 hari deh.

Kenapa Anda bisa begitu, biasanya tergantung bagaimana di nomor 1 dan nomor 2 yang kita bahas di atas. Kalau memang Anda udah punya tujuan, terus penentuan target harian Anda pun udah bener berdasarkan research, insya Allah timeline Anda pun bakal sinkron dengan deadline.

4. Anda Mencoba Melakukan Banyak Hal

Ini nih yang biasanya bikin orang banyak stress.. Ingatlah, air 500 liter cuma bisa dimasukkan ke wadah yang memang muat dimasukkan air 500 liter.. nggak bisa dimasukkan ke wadah yang cuman muat dimasukkan 200 liter.. Kalau dipaksain, tumpah deh.. Yah mau gimana lagi, wong wadahnya cuman muat dimasukin 200 liter..

Anda pun tentu memiliki kapasitas tertentu. Baiknya, Anda kerjakanlah seoptimal mungkin apa-apa yang sesuai dengan kapasistas Anda, jangan kenafsuan mau ngerjain ini, ngerjain itu, bisa ini, bisa itu, jago ini, jago itu, akhirnya nggak ada yang jadi.. yang ada malah “tumpah”.

Solusinya gimana, sama juga seperti yang di atas, kembali lagi ke nomor 2, bagaimana research Anda menentukan target berdasarkan tujuan Anda. Kalau target udah bener, timeline bener, maka akan kelihatan tuntutan apa yang akan membebani Anda, sehingga Anda bisa menyesuaikannya dengan kapasitas Anda.

5. Anda Mencoba Melakukan Semuanya Sendirian

Superman itu cuman ada di film (fiktif), nggak ada di dunia nyata.. Yang ada nyata itu Super-team! Ada kalanya memang tak bisa dinafikan, tuntunan yang bener-bener kebutuhan harus dikerjakan, tidak sesuai dengan kapasistas Anda. Maka, Anda harus minta tolong dengan orang lain.

Bisa dengan berpartner, atau bahkan bangun tim. Atau yang lebih praktis, bisa outsourcing para penjual jasa, maupun para freelancer.

Misal, Anda punya beban harus desain, harus menulis, harus urus social media, harus rekap data, harus ngelayani customer, harus input produk ke website.. pusing banget.. malahan bisa bikin kerjaan nggak beres-beres.. Kalau udah begitu ceritanya, cobalah rekrut freelance penulis misalnya. Cobalah beli jasa input produk misalnya. Dan seterusnya..

6. Lingkungan Anda Nggak Kondusif

Kita tes aja yuk sekarang. Tempat kerja Anda, seberapa mendukung produktivitas Anda sih? Seberapa mengganggu konsentrasi Anda sih? Silahkan beri nilai dari 10 – 100. Makin rendah, berarti makin mengganggu. Makin tinggi, berarti makin mendukung. Hayoo, berapa nilainya?

  • 10 – 30, berarti mengganggu banget!
  • 30 – 50, berarti kadang oke, tapi kadang ada bikin nggak enak juga.
  • 60 – 80, berarti biasa-biasa aja.
  • 90 – 100, pass!!
Artikel Lainnya:  Cara Mendisiplinkan Diri, Agar Terbentuk Kebiasaan. Anda yang Susah Konsisten, Harus Praktekkan Ini

Pastikan nilai lingkungan Anda nggak di bawah 50. Salah satu logikanya, sekiranya konsentrasi Anda kerap terganggu, maka stamina Anda akan lebih cepat habis, padahal kerjaan belum pada beres. Sementara deadline di depan mata.

7. Anda Menyepelekan 5 Menit, 10 Menit, dan Beberapa Waktu Pendek Lainnya

Seberapa sering Anda mengatakan atau mendengar kata-kata seperti ini:

  • “Sudahlah, sudah tidak ada waktu lagi.. 15 menit lagi acaranya udah mau dimulai…”
  • “Nggak apa-apalah.. 10 menit lagi adzan Maghrib..”
  • “Cuman 5 menit aja, ayolaah, mumpung belum bunyi bell..”

Padahal, pun 5 menit, 10 menit, 15 menit, bahkan 1 menit, tiap waktu itu pasti berharga. Jangan sampai hanya karena sepertinya sebentar, Anda malah menggunakannya untuk hal-hal yang nggak bermanfaat, di luar target dan tujuan Anda.

Manfaatkanlah waktu sebaik-baik mungkin, walau hanya 1 detik.. Karena Anda sendiri yang bakal nyesel belakangan nanti, “Kenapa tadi 30 menit malah dipakai buat main game yaa.. Coba tadi dipakai buat rekap data, pasti sekarang aku udah bisa ngerjain hal-hal yang lain..” sering nggak Anda kayak gitu?

Yang sering nyesel-nyesel gitu, biasanya itulah karena mengikuti hawa nafsu.. Istighfarlah..

8. Anda “Mabuk Kerja”, Hingga Kerjaan Anda Nggak Optimal

Salah juga kalau Anda sehariannya kerjaaa terus, sampai-sampai terabaikanlah urusan lain. Ibadah kurang, dakwah nggak jalan, keluarga nggak diperhatikan, kesehatan nggak terjaga, dan sebagainya.

Pertanyaan besarnya..  Anda sebetulnya kerja buat apa sih? Bukannya buat nafkah keluarga? Sekiranya Anda kerja over-dosis, sampai-sampai kewajiban lain selain kerja jadi terlantarkan, berarti Anda tengah “mabuk”. Kalau udah “mabuk” gitu, kerjaan pun justru jadi nggak optimal.

Risih kurang ibadah, sedih kangen keluarga, sambil nggak mood gitu dipaksain kerja, yah kerjaan apa yang bisa diberesin kalau kapasitas Anda kacau begitu? Silahkan atur kembali tujuan Anda. Apa orientasi Anda. Lalu, tata prioritasnya baik-baik.

Saatnya Produktivitas Anda Meningkat!

Baiklah, itulah 8 hal yang menyebabkan Anda jadi tidak seproduktif yang seharusnya Anda bisa, dan bagaimana memperbaikinya. Semoga bisa Anda amalkan secara konsisten apa-apa kebaikan yang Anda petik dari pembahasan di atas.

Oh iya, ngomong-ngomong, apakah Anda tahu ada kendala lain selain 8 hal di atas? Mana tahu Anda juga punya lebih bayak solusi lain yang lebih bagus, silahkan share di kotak komentar di bawah ini ya! 😀

Sumber gambar: Pixabay

BAGIKAN
Mufakir adalah seorang otaku tobat yang merasa dirinya masih belum banyak bermanfaat bagi orang lain, dan berusaha selalu ingin bermanfaat bagi orang lain. Baginya sukses itu sederhana, yaitu hari ini lebih baik dari hari kemarin. Passion menulis artikel seputar motivasi dan produktivitas.

Bagaimana menurut Anda?

Komentar