5 Langkah Buka Bisnis Online Langsung Laris, Simak Ini Kalau Nggak Mau Gagal

tips bisnis online pemula
Source: https://pxhere.com/

Apakah Anda baru mau mulai berbisnis online?

Atau sudah mulai? Namun, masih sepi pembeli?

Iya, semakin hari ke sini, semakin banyak orang yang antusias untuk berbisnis online. Mulai dari mahasiswa, ibu rumah tangga, hingga karyawan yang ingin berbisnis. Namun, kebanyakan dari mereka, memiliki kendalan yang sama. Kurang lebih:

  • Bingung mau jual produk apa
  • Bingung caranya
  • Bingung langkah-langkahnya, harus gimana dan ngapain dulu
  • Sepi pelanggan, padahal sudah banyak posting-posting…

Pada dasarnya memang, sukses itu ada polanya. Gagal itu juga ada polanya.

Bila kita belum sukses, barangkali ada pola-pola orang sukses yang belum kita lakukan.

Maka dari itu, ada baiknya coba kita perhatikan beberapa bisnis online yang cukup sukses. Lihat kesamaan di antara mereka. Dari situ, bisa kita ketahui pola suksesnya.

Setidaknya, ukuran suksesnya adalah, cashflow-nya cukup lancar, dan tentunya tetap profit.

Nah, apabila kita amati, setidaknya ada 5 pola sukses bisnis online. Berikut ini dia.

1. Pastikan pemilihan produknya berdasarkan riset, jangan prasangka dan perasaan doang

Pastikan pemilihan produknya berdasarkan riset, jangan prasangka dan perasaan doang
Source: https://pxhere.com/

Tidak sedikit, orang yang menentukan bidang bisnisnya berdasarkan prasangka dan perasaan saja. Misalnya:

  • Karena dia suka lontong, maka dia jualan lontong di sekitar Rumahnya.
  • Karena dia berprasangka, “Belum ada ya risol isi buah stroberi dan kiwi, kayaknya bagus kalau kita buat risol isi buah stroberi dan kiwi..”, maka dia pun jualan risol isi stroberi dan kiwi seperti itu.
  • Dan lain-lainnya…

Padahal, belum tentu bakal laris. Bisa saja ternyata orang-orang di sekitar Rumahnya tidak suka lontong, juga risol isi stroberinya itu.

Yang namanya bisnis itu adalah soal memenuhi permintaan pasar. Atau, menyelesaikan masalah orang. Maka, kita harus pastikan dulu, bahwa barang ataupun jasa kita itu ada permintaan pasarnya. Harus ada demand-nya.

Maka, risetlah pasar terlebih dahulu. Zaman sekarang, sebenarnya riset permintaan pasar jauh lebih mudah. Anda bisa cek hastag di berbagai Social Media, Google Keyword Planner, Google Trends, penjualan marketplace, dan sebagainya.

‘Emasnya’ adalah, apabila Anda menemukan produk yang demand-nya sudah cukup bagus, namun brand-nya kurang kuat atau malah belum ada brand besar di produk-produk itu.

2. Pahami fakta target pasar dari produk itu seperti apa

Pastikan pemilihan produknya berdasarkan riset, jangan prasangka dan perasaan doang
Source: https://pxhere.com/

Tidak jelasnya siapa target pasar dari produk kita, itu yang kerap menyebabkan sepi pelanggan.

Coba, misalnya kita menawarkan produk popok bayi kepada mahasiswa yang baru masuk tahun ini, dan motor touring ke ibu-ibu pengajian; apakah kira-kira mereka mau membeli? Kecil kemungkinannya, kalau tidak mau dikatakan nyaris mustahil. Karena mereka bukan target pasar dari produk tersebut.

Maka, kita harus bisa membayangkan, kira-kira siapa dan seperti apa pengguna produk kita tersebut. Tentunya “membayangkan” di situ maksudnya harus faktual. Misalnya:

  • Jenis kelaminnya, laki-laki atau perempuan.
  • Usianya berapa; apakah 15-18 tahun, 19-24 tahun, 23-29 tahun, atau berapa.
  • Aktivitas sehari-harinya di mana; apakah di Kampus, Rumah, Kantor.
  • Jalan yang ia lewati di mana.
  • Saat menggunakan internet, dia lebih dominan ‘di mana’; Instagram, Facebook, twitter, forum, website, email, atau di mana.
  • Hobinya apa.
  • Dia mem-follow siapa saja, dan akun apa saja.
  • Dia men-subscribe channel youtube apa dan siapa.
  • Dan lain-lain.

Dari situ, nanti kita jadi tahu:

  • Membuat konten yang sesuai dengan si targat pasar
  • Memilih channel distribusi yang tepat agar sampai ke si target pasar

Kalau tidak seperti itu, wajar jadinya susah mendapatkan pelanggan. Misalnya, kita merasa pelanggan kita banyak main di facebook, sehingga kita beriklan di facebook, padahal faktanya mereka lebih rajin online di Instagram.

3. Gunakan iklan berbayar langsung, jangan hanya yang gratisan

Gunakan iklan berbayar langsung, jangan hanya yang gratisan
Source: https://pxhere.com/

“Loh..?? Saya baru aja mulai, biar dapat duit, tapi kok jadi malah kudu keluar duit..??”

Iya, kalau kita tarik benang merah di berbagai macam bisnis online yang cukup bagus, ternyata mereka menggunakan iklan berbayar untuk cepat mendapatkan calon pelanggan (traffic).

Karena memang faktanya, menggunakan cara gratisan itu lama hasilnya. Iya kan? Kalau pun ada tips-triknya, biasanya tidak akan langgeng bertahan. Sebaliknya, iklan berbayar sudah pasti dapat mendatangkan banyak traffic calon pelanggan.

Salah satu ciri bisnis yang sehat itu, cashflow-nya lancar. Yang dikhawatirkan kalau menggunakan cara gratisan, yang notabene tidak pasti dan lama hasilnya, maka cashflow Anda tak akan lancar.

Meski memang cara ‘gratisan’ seperti halnya menggunakan hastag, SEO, dan spread-spread (sebagian orang menyebutnya “nyepam”) ke mana-mana; tidaklah salah. Silahkan saja. Justru bagus. Namun, kalau konteksnya baru mulai bisnis, itu bisa dilakukan sambil menggunakan iklan berbayar. Bisa nanti saja kalau sumber daya sudah mencukupi.

4. Kumpulin database pelanggan

Kumpulin database pelanggan
Source: https://pxhere.com/

Ini yang terpenting. Jangan sampai Anda hanya mendapatkan satu pembeli, kemudian melupakannya begitu saja.

Karena riset menunjukkan, orang yang sudah pernah membeli di kita itu jauh lebih mudah dibuat untuk membeli kembali, daripada orang baru yang belum pernah beli di kita.

Maka, penting bagi Anda untuk mengumpulkan database orang-orang yang sudah pernah beli di Anda.

Biasanya, database itu berupa email dan nomor HP.

Selain itu, ini juga salah satu cara yang cukup hemat untuk mendatangkan pelanggan (traffic) yang lebih pasti, namun gratis tanpa iklan berbayar.

5. Miliki website, tidak cukup social media dan messenger doang

Miliki website, tidak cukup social media dan messenger doang
Source: https://pxhere.com/

Sebenarnya cukup banyak bisnis online yang sukses, hanya dengan fanpage facebook saja. Hanya dengan BBM dan WhatsApp saja. Tanpa memiliki website.

Namun, ada baiknya berhati-hati. Karena tidak ada jaminan social media dan messenger tersebut akan terus langgeng.

  • Masih ingat Friendster? Dulu sangat populer, ramai orang di sana. Namun, kini, ada di mana kah Friendster tersebut?
  • Twitter, juga ramai di tahun 2011-2013. Hingga puncaknya sekitar 2014-2015. Banyak kalangan dari berbagai segmen di sana. Sehingga, banyak jenis produk dan jasa yang diiklankan di sana. Namun hari ini, hanya tinggal beberapa segmen saja yang ada di sana.
  • Facebook, bahkan katanya sempat turun peringkatnya dari yang tadinya paling banyak dikunjungi, menjadi mulai berkurang dikunjungi.
  • SnapChat, pun sempat ramai. Tapi kini tak seramai sebelumnya. Banyak yang pindah ke Instagram.
  • BBM, apalagi. Dulu orang berkoordinasi menggunakan BBM. Sudah seperti wajib. Namun, kini orang lebih nyaman di WhatsApp.

Hari ini, orang lebih banyak bermain di YouTube, Facebook, WhatsApp, dan Instagram.

Source: tek.id

Namun, meski begitu, tidak ada jaminan pula bahwa akan seperti itu terus. Akan ada waktunya semua itu bubar.

Dan memang banyak fakta kejadiannya yang tiba-tiba jadi merasa kesulitan bisnisnya, karena ada perubahan algoritma pada social media dan messenger tersebut. Yang beberapa diantara dampaknya jadi rawan di-banned, sehingga menjadi sulit diandalkan.

Yang dari dulu hingga sekarang tetap langgeng, adalah website.

Maka, pastikan Anda memiliki website.

Hati-hati terhadap zona nyaman hanya menggunakan Instagram dan Facebook. Suatu saat, apabila trend-nya sudah turun, maka pelanggan Anda yang berupa follower tersebut pun bisa bubar juga.

Kalau diibaratkan, website itu seperti toko kita sendiri, sedangkan social media itu seperti stand pameran. Yang namanya pameran, mungkin iya sangatlah ramai. Banyak orang di sana. Namun, suatu saat pasti pameran tersebut akan berakhir.

Sedangkan toko, apabila sudah besar, terlepas dengan cara apa dibesarkan (termasuk dengan ikut ‘pameran’ dulu), maka orang akan datang ke toko kita karena dia sudah tahu kita, meskipun kita tidak sedang ikut pameran karena memang sedang tidak ada pameran lagi.

Source: JuraganForum.com

Terus, kalau mau punya website caranya gimana?

Gampang, Anda bisa mendapatkannya di Niagahoster. Semua yang Anda butuhkan insyaAllah ada di sana. Tebukti, telah dipercaya oleh ribuan pelanggan, termasuk para UKM dan startup.

Niagahoster

Anda tidak perlu khawatir kebingungan membuat website Anda tersebut, karena akan ada bantuan teknis yang Anda dapatkan. Tim support Niagahoster siap sedia membantu Anda 24 jam setiap hari, 7 hari dalam seminggu non-stop.

Terdapat berbagai pilihan paket dengan berbagai harga pula. Terlebih apabila Anda baru memulai, Anda bisa memulai hanya dengan Rp19.800 per bulan saja. Dan itu sudah unlimited bandwith, unlimited disk space, gratis domain, dan sudah termasuk SSL (yang kemudian cukup penting untuk SEO).

Soal harga, Niagahoster sudah cukup ideal. Niagahoster menawarkan harga lebih terjangkau dari penyedia web hosting Indonesia lain.

Bila pengungung website Anda semakin bertambah, Anda bisa membuat website Anda lebih cepat dengan menggunakan paket Hosting Singapura. Iya, walaupun Niagahoster ini Hosting Indonesia, Anda juga bisa memesan Hosting Singapura.

VPS pun ada juga, apabila Anda butuh kecepatan lebih lagi, karena pengungjung Anda semakin banyak. Namun, harganya tetap ideal. Baik bila dibandingkan dengan VPS di Indonesia, maupun VPS di luar negeri.

Soal kecepatan, Niagahoster bisa dibilang unggul dibandingkan Hosting Indonesia lainnya. Karena, Niagahoster menggunakan Green Data Center Tier-4 berstandar internasional milik DCI Indonesia, dan menjadi bagian dari Equinix, penyedia data center terbaik di dunia. Data center ini menjamin webhosting website Anda, apapun jenisnya, memiliki performa uptime hingga 99,999%.

Jadi, jelas lah, Niagahoster cukup penting untuk bisa membantu kesuksesan bisnis online Anda.

Nah, setidaknya, begitulah 5 langkah awal yang perlu Anda lakukan sebagai pemula dalam berbisnis online.

Silahkan Anda pastikan bahwa Anda sudah melakukan 5 hal di atas. Karena memang, begitu pula yang dilakukan bisnis online lainnya yang kemudian membuat mereka cukup sukses. Yah 5 itu benang merahnya.

Kalau tidak seperti itu, sulit untuk diprediksi bahwa bisnis Anda akan berkembang.

Kira-kira, setelah Anda menyimak artikel ini, apa yang kurang pada bisnis Anda?

  • Apakah Anda memang masih kekurangan traffic, karena selama ini hanya menggunakan cara gratisan?
  • Apakah Anda belum mengoptimalkan database pelanggan Anda?
  • Atau Anda merasa jangkauan social media Anda berkurang, sehingga Anda membutuhkan website untuk menjangkau lebih banyak calon pelanggan?

Yuk mari kita perbaiki satu per satu. InsyaAllah, bisnis Anda akan menjadi lebih baik dari yang sebelum-sebelunya.