Ada Orang yang Nggak Cantik/Ganteng, Tapi Menarik. Kok Bisa? Ini 7 Rahasianya

Ada Orang yang Nggak Cantik/Ganteng, Tapi Menarik. Kok Bisa? Ini 7 Rahasianya

Barangkali Anda pernah menjumpai orang yang demikian? Padahal kalau menurut Anda pribadi, dia sih nggak ganteng/cantik amat. Tapi, dirinya menarik. Dia punya banyak teman, dan tak sedikit ada kabar lawan jenis yang tertarik padanya.

Kok bisa ya? Ternyata, paling tidak dia memiliki 7 hal berikut ini.

1. Dia ramah dan murah senyum. Kayaknya nggak pernah cemberut

Orang yang tersenyum tulus pertanda dia welcome. Sehingga orang lain pun tak ragu untuk mendekatinya. Terlebih lagi merasa nyaman.

Pun juga sejatinya senyuman itu bisa menular. Saat orang lain memberikan senyuman ke diri kita, ntah kenapa kita juga otomatis membalas senyumannya. Seolah-olah dia mentransfer perasahaan bahagia dan positifnya ke kita.

Terkadang ada orang yang memang cantik ataupun ganteng, yang awalnya suka dipandang, namun dikarenakan dia jutek, jadinya orang pun males melihatnya.

Maka dari itu, keramahan dan senyuman itu lebih utama daripada kecantikan ataupun kegantengan. Mungkin ini yang biasa disebut orang-orang dengan istilah “inner beauty”. Atau mungkin “inner handsome”, hehehe.

2. Dia suka membantu dengan tulus. Sehingga saat dia tidak ada, keberadaannya pun dirindukan.

Ramah dan senyum itu memang bagus, tapi kalau itu saja tidak cukup. Karena faktanya ada oknum orang yang suka senyum dan ramah, tapi ternyata dia orang yang licik. Ternyata dia penipu. Ramah dan senyumnya palsu.

Maka, orang yang menarik itu, dia tidak hanya ramah dan senyum; dia juga punya ketulusan untuk senantiasa membantu orang lain. Karena dia sering membantu orang lainlah, maka terbangun ikatan antara dirinya dan orang lain.

Lagipula memang manusia itu makhluk sosial. Setiap manusia memiliki naluri iba.

3. Dia menganggap Anda berguna banget baginya. Dia merasa beruntung punya kenalan seperti Anda. Maka dia sering mengucapkan “Makasih” ke Anda.

Orang-orang yang menarik itu, meski faktanya dia yang sering banget menyenangi Anda, namun ternyata dialah yang senantiasa dibuat senang oleh diri Anda. Walau Anda merasa belum banyak pada dirinya. Yang pasti, saat dia membantu Anda, itu saja sudah membuatnya merasa senang.

4. Dia takut sembarangan menyalah-nyalahkan orang. Dia sangat berhati-hati saat menilai sesuatu.

Orang-orang yang menarik itu dia sadar bahwa hubungan silaturahmi itu mahal harganya. Baginya, nggak sebandinglah apabila misalnya dia rugi kehilangan sebagian hartanya, daripada dia kehilangan hubungan dengan teman-temannya, saudaranya, tetangganya, dan rekannya.

Artikel Lainnya:  Membanding-Bandingkan Diri Seseorang dengan Orang Lain? Jangan Sembarangan Lho! Harus Pakai Ilmunya

Maka dia akan sangat khawatir apabila harus berbicara dengan nada tinggi, berkata kasar, dan sebagainya terhadap orang lain.

Sehingga tidak heran dia lumayan sering berkata “Maaf” kepada orang lain. Karena dia benar-benar sangat khawatir apabila hubungannya dengan orang lain menjadi rusak.

5. Dia humoris. Tapi humornya nggak perlu merendahkan orang lain ataupun berbohong.

Ada Orang yang Nggak Cantik/Ganteng, Tapi Menarik. Kok Bisa? Ini 7 Rahasianya

Humoris itu sudah pasti. Meski dirinya tak cocok juga apabila disebut pelawak, tukang melucu, stand up, dan sebagainya. Dia memang tidak membuat orang-orang di sekitarnya tertawa terpingkal-pingkal gitu. Namun dirinya seolah senantiasa ceria.

Dia bisa tertawa, tanpa harus membuat lelucon bohongan-bohongan, apalagi melecehkan orang lain.

Justru sebaliknya, orang-orang yang nggak menarik itu pun dia juga humoris, tapi mereka membuat hal lucu dengan cara mengejek orang lain. Mungkin ini membuat sebagian orang tertawa, tapi pasti orang yang dituju akan merasa tidak enak. Sehingga tak menutup kemungkinan, orang pun malas dengannya, karena nanti bisa diejek-ejek melalui black stand up-nya.

6. Dia orang alim. Senantisa menggunakan Islam sebagai dasar apapun perbuatannya.

Tentunya semua kebaikan itu tidak berdiri sendiri.

  • Senyum itu bukan sekadar senyum.
  • Ramah itu bukan sekadar ramah.
  • Dermawan itu bukan sekadar dermawan.
  • Orang sholat bukan sekadar sholat.
  • Setiap perbuatan itu, pasti ada dasarnya.

Orang yang ikhlas dan tulus itu, dasarnya adalah imannya. Dia melakukan perbuatan-perbuatan baik itu, karena dasar dorongan melaksanakan perintah Allah Swt.

Lagipula tidak jarang kan, ada orang yang seolah melakukan perbuatan baik, namun dasarnya bukan iman, melainkan opurtinitas:

  • Ada orang yang senyum, dengan dasar menarik simpati. Misalnya oknum calon pejabat.
  • Ada orang ramah, dengan dasar hasil riset bahwa kalau penjual yang ramah itu dagangannya bisa lebih laku.
  • Ada orang dermawan, dengan harapan bahwa nanti dia akan diperlakukan dermawan juga oleh orang lain
  • Ada orang yang sholat, karena ada mertuanya, karena ada gurunya, karena ada Ustadznya. Ketika mertuanya, gurunya, Ustadznya sedang tidak ada, maka dia tidak sholat.
Artikel Lainnya:  Sering Bingung Mau Memulai Pembicaraan dari Mana? Coba Dari 8 Hal Ini Aja

Maka dari itu, seorang muslim harus melakukan sesuatu dengan dasar iman. Termasuk apabila mencintai ataupun membenci orang lain, harus dengan dasar iman. Istilah populernya, “Cinta dan benci karena Allah”.

Maka dari itulah, dia tidak mau mengikuti kebanyakan orang yang begitu kapitalistik dan sekuler, yang notabene memandang bahwa kegantengan dan kecantikan adalah segala-galanya. Padahal, Allah Swt. tidak memandang hal tersebut. Sejatinya Allah Swt memandang hati dan amal kita. Ini bukan legitimasi, melainkan memang keyakinan yang benar.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk, rupa, dan harta benda kalian. tetapi Allah memperhatikan hati dan amal-amal kalian”. (HR. Muslim)

Dengan begitu, bisa menjadi ikhlas.

7. Dia sedih karena dulunya dia itu orang yang hanya bisa merepotkan orang lain. Maka dia bertekad kuat untuk berubah jadi orang yang bisa bermanfaat.

Bisa jadi, orang yang menarik itu adalah dulunya orang yang sangat tidak menarik. Dia punya masa lalu yang kelam:

  • Dirinya yang dulu itu hanya memuaskan egonya saja
  • Tak peduli dengan orang lain
  • Justru hanya bisa merepotkan orang tuanya, temannya, dan orang-orang sekitarnya
  • Sentimen, mudah tersinggung
  • Kasar, mudah mengatakan “goblok”, dan sebagainya ke orang lain
  • Dan sebagainya…

Namun dia sadar bahwa dirinya yang dulu itu salah. Kejelekan-kejelekan dirinya sendiri tersebut membuat dirinya muak. Sehingga, dia berkomitmen untuk mengubah dirinya agar tidak seperti itu lagi.

Makanya hari ini dia senantiasa melakukan kebaikan.

Nah, begitulah kurang-lebih yang menjadi penyebab, kenapa ada orang yang sepertinya tidak cantik, tidak ganteng, tapi dia menarik dan disukai orang-orang.

Bolehlah kita berusaha mengikuti orang tersebut. Namun tentunya bukan karena agar kita diperhatikan orang lain. Melainkan hanya perlu diperhatikan Allah Swt saja. Kalau misalnya jadi ada diperhatikan orang lain, itu hanya bonus saja mungkin. Bisa jadi itu hadiah berupa sahabat atau jodoh dari Allah.

Sumber gambar: Pixabay.com

BAGIKAN
Mufakir adalah seorang otaku tobat yang merasa dirinya masih belum banyak bermanfaat bagi orang lain, dan berusaha selalu ingin bermanfaat bagi orang lain. Baginya sukses itu sederhana, yaitu hari ini lebih baik dari hari kemarin. Passion menulis artikel seputar motivasi dan produktivitas.

Bagaimana menurut Anda?

Komentar