Kata Orang Ini Semua Masalah Bisa Diselesaikan Pakai Uang, Tiba-Tiba Dia Sadar Salah Hanya Karena ‘Hal Kecil’ Ini

Kata Orang Ini Semua Masalah Bisa Diselesaikan Pakai Uang, Tiba-Tiba Dia Sadar Salah Hanya Karena 'Hal Kecil' Ini

Ini kisah agak fakta. Intinya fakta, namun ada sedikit penambahan.

Ada orang, yang dia sangat memegang sebuah pemahaman, bahwa setiap masalah itu bisa diselesaikan dengan uang.

Mungkin misalnya:

  • Tidak sempat nyuci, bisa serahkan ke laundry
  • Bisa beli laptop dan smartphone tercanggih, sehingga lebih produktif
  • Saat sakit parah apapun, tak pusing sebesar apapun biaya bisa diatasi
  • Saat barang rusak, bisa beli yang baru kapan saja
  • Bahkan bila birokrasi menyulitkan, sebagian ada yang lancang menyuap
  • Dan sebagainya..

Makanya dia sangat senang dengan uang. Banyak waktu hidupnya dipakai untuk mencari uang, uang, dan uang. Seperti paham kapitalisme, bisa jadi dia lebih parah dari itu. Mungkin lebih tepatnya pemahamannya adalah uangisme atau duitisme, hehehe. Karena kebetulan sepengalaman hidupnya selama ini, semua masalahnya sudah berhasil diselesaikan dengan uang.

Nah, suatu ketika, dia jatuh sakit. Kata dokternya, agar dia bisa insyaAllah sembuh, dia butuh darah golongan tertentu. Maka dia pun dengan pedenya menyiapkan uang untuk membeli darah tersebut.

Namun, sayangnya, tidak ada stock darah golongan tersebut yang tersedia.

Sehingga, akhirnya dia hendak membeli dari siapa saja yang memiliki darah golongan tersebut. Dia siap membayar berapa saja.

Tetapi, sayangnya, akhirnya dia belum menemukan orang dengan golongan darah tersebut yang hendak mau menjual sebagian darahnya.

Dicari terus, belum ketemu-ketemu juga.

Dia pun mulai pusing. Soalnya bahaya kalau darah tersebut tak kunjung ditemukan, bisa jadi penyakitnya tak terobati dan akhirnya meninggal!

Meski akhirnya, ketemu jugalah orang dengan golongan darah tersebut yang hendak mendonorkan darahnya ke seseorang yang tadi itu. Alhamdulillah..

Nah, ketika orang tadi itu hendak membayar, maka di pendonor tersebut menolaknya. Katanya, “Nggak usah.. nggak apa-apa.. sedekah aja..”.

Maka, si orang yang tadi itu pun heran.

Artikel Lainnya:  Hidup itu Bukan Soal Agar Bisa Banyak-Banyak Santai, Tapi Soal Agar Capek Setelah Melakukan Kebaikan

Dia jadi merenung terus..

Ternyata, uangnya yang banyak begitu tak kunjung bisa menyelesaikan masalahnya.. justru masalahnya bisa dengan mudah diselesaikan dengan bantuan orang yang pamrih..

Akhirnya, sejak saat itu, dia bertaubat. Dia buang pemahaman kelirunya tersebut..

Suka konten-konten TeknikHidup ini?


BAGIKAN
Reyigh Pakaldolok
Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya. Dan salah satu cara menjadi manusia yang bermanfaat adalah dengan menulis. InsyaAllah...

Bagaimana menurut Anda?

Komentar