6 Motto Hidup Singkat, Tapi Bermakna. Siapkan Tisu, Awas Nangis Bacanya…

motto hidup singkat tapi bermakna

Hidup saya sebelumnya tidaklah terlalu bermakna. Karena banyak menghabiskan waktu saya untuk main-main dan hal-hal tak berguna melulu.

Namun alhamdulillah perlahan-lahan mulai membaik, ketika saya sudah mendapatkan ilmu-ilmu yang sangat bermakna bagi saya.


Meski memang saat ini belum 100% ideal, namun saya mensyukuri sudah lumayan jauh lebih baik daripada beberapa tahun yang lalu. Seperti misalnya sekarang bisa lebih bersabar, bisa lebih berkontribusi, dan sebagainya.

Nah, kok bisa seperti itu, emang ilmu apa yang saya dapatkan?

Tentunya banyak. Namun, setidaknya berikut ini saya akan paparkan sebagian ilmu tersebut. Yakni, 6 motto hidup singkat, tapi bermakna.

Berikut ini dia.

1. Ciri-ciri pecundang itu: suka menunda-nunda dan banyak alasan.

Quotes Penuh Makna
Sumber: TeknikHidup Shop

Bila kita perhatikan semua orang yang berjuang, ada yang sukses, ada yang gagal; kelihatan ada pola suksesnya dan pola gagalnya. Biasanya, itu-itu saja.

Paling tidak, biasanya orang sukses itu polanya adalah: bersegera action.

Sebaliknya, biasanya orang-orang yang tak kunjung sukses itu polanya ada 2:

  1. Suka menunda-nunda pekerjaan.
  2. Banyak alasan.

Lihat saja, mereka yang dari dulu sudah bertahun-tahun pingin banget lulus kuliah, menikah, dan sebagainya; tak kunjung berhasil, padahal sudah kebelet banget.

Biasanya, penyebab dasarnya yah 2 hal itu. Suka menunda-nunda, dan banyak alasan.

Meskipun sudah berkali-kali mendapatkan nasehat, dan mereka agak sedikit sadar; namun mereka akan tetap seperti itu terus selama masih memelihara 2 sifat pecundang tersebut: suka menunda-nunda pekerjaan dan membuat banyak alasan.

Tentunya ini kita sedang membahas ikhtiar yaa, kalau soal takdir yah tentu saja apapun hasilnya hingga akhir nanti; itu takdir. Namun konteks pembahasan di sini adalah evaluasi ikhtiar, agar yang minimal menjadi maksimal.

Nah, inilah pemahaman berupa motto hidup singkat tapi bermakna yang alhamdulillah membantu saya “selamat”.

Segera lakukan apa yang harus kita lakukan. Jangan katakan “nanti…”. Jangan banyak alasan “Tapi…”.

2. Sukses itu, kalau jelas ada dampak nyatanya. Bukan sekadar gaya-gayaan.

Iya, orang sukses itu adalah mereka yang jelas punya ilmu. Jelas pula punya kemampuan.

Dan memang faktanya mereka itu:

  • Telah banyak jasanya.
  • Telah banyak kontribusinya.
  • Banyak orang yang berterima kasih kepadanya.

Bukan yang sekadar banyak gaya-gayaan seperti misalnya foto-foto mengenakan barang-barang mahal dan mewah, tapi ternyata tidak punya ilmu dan kemampuan apa-apa. Tidak bisa diminta tolong apa-apa.

Dan yang lebih parah, ternyata barang-barang mahal dan mewah itu bukan hasil kerja keras keringatnya; melainkan sekadar meminta-minta. Bahkan lebih parah lagi kalau sekadar minjem sebentar punya orang, buat difoto doang agar nanti fotonya dipamerkan, terus barang pinjemannya dikembalikan lagi.

Istilahnya, mungkin “pencintraan”.

Atau ‘sekadar’ image, tanpa value.

motto hidup lucu tapi bermakna
Sumber: Pinterest

Biar nggak begitu, perlu belajar keikhlasan dan ketulusan. Semata-mata kita berbuat untuk mencari ridha Allah, bukan cari pujian manusia.

3. Ilmu nggak akan masuk, kalau nggak ada kerendahan hati.

Sejatinya, yang membuat perilaku seseorang dari buruk menjadi baik; adalah karena pemahamannya yang berubah.

Agar pemahamannya seseorang bisa berubah, dia perlu ilmu pengetahuan.

Sayangnya, faktanya banyak orang sudah memiliki ilmu pengetahuan, namun dia tak kunjung berubah menjadi baik.

Kenapa bisa seperti itu?

Karena dia sekadar ‘tahu’, tapi tak sampai pada ‘paham’.

Kalau ‘tahu’ itu, yah sekadar ‘tahu’ ilmu itu saja.

Tapi untuk menjadi ‘paham’, perlu kerendahan hati.

Dengan rendah hati, kita akan menerima ilmu itu. Meyakini ilmu itu, bahwa ilmu itu adalah kebenaran.

Kemudian, ilmu tersebut kita ikat dengan fakta. Kita praktekkan. Tidak peduli sesulit apapun tantangan kesusahan atau bahkan kerugian resiko yang akan kita hadapi dikarenakan mempraktekkan ilmu itu.

Itulah contoh rendah hati.

Maka, kalau tidak mau seperi itu; inilah yang namanya sombong.

Sombong itu pangkal kegagalan untuk berubah jadi baik.

Rendah hati, itu kuncinya agar ilmu bisa masuk, kemudian kita bisa berubah membaik.

motto hidup singkat pelajar
Sumber: WordPress Hanif Road

Sebenarnya ini hanya motto hidup yang singkat, tapi bermakna sekali.

4. Tentukan target cukupmu, biar tak terjangkit penyakit rakus dan serakah.

Banyak masalah di dunia ini terjadi, karena berawal dari sifat rakus.

Di dunia ini masih banyak ‘mafia’ yang memakan jatah sumber daya milik orang lain.

Mereka merasa tidak cukup walaupun kebutuhannya sudah terpenuhi. Mereka masih tetap ingin memuaskan berbagai macam keinginan-keinginan mereka yang tak ada habisnya. Bahkan mereka mengumpulkan ‘pemuas keinginan’ sangat banyak melebihi dari apa yang mereka inginkan. Sampai tumpah-tumpah ibaratnya.

Padahal, kalau mereka tidak serakah; cukup menampung seperlunya saja (atau bahkan sedikit ditambah keinginan); maka orang-orang yang kekurangan akan sangat berkurang, bahkan insyaAllah tiada sama sekali.

Nah, bisa jadi, di dalam diri kita terdapat hal yang demikian. Karena kerakusan dan keserahan kita…:

  • Kita menipu orang lain…
  • Kita menelantarkan keluarga…
  • Kita mengorbankan lingkungan…
  • Kita menyiksa diri sendiri…

…agar mendapatkan banyak harta lebih. Padahal, belum tentu juga semua harta itu kepakai.

  • Punya 100 baju, paling yang dipakai nggak sampai 10.
  • Punya 10 mobil, paling yang dipakai 1-2.
  • Tersedia 20 makanan, paling yang dimakan 2-4.
  • Terus, sisanya sekitar 90an baju, buat apa? Nganggur gitu aja nggak kepakai?
  • Terus, 8-9 mobil lainnya buat apa? Nganggur gitu aja nggak kepakai?
  • Terus, 18-16 sisa makanan lainnya itu buat apa? Dibuang?

Itulah nggak jelas dan bahkan gilanya mafia-mafia yang rakus. Padahal, mending buat orang lain saja, lebih bagus.

Maka dari itu, cobalah berusaha (setidaknya berusaha) ketahui kebutuhan kita itu sebenarnya berapa sih? Atau kalau memang mau ditambahin sedikit keinginan, okey, coba ditambahin. Kira-kira penghasilan 10 juta per bulan cukup nggak? Atau perlu 50 juta per bulan? Atau kayaknya 100 juta per bulan baru cukup?

motto hidup pendek
Sumber: Instagram

Kalau gitu, misalnya kita punya penghasilan 200 juta per bulan; berarti mending 100 juta sisanya didistribusikan ke titik lain saja kan? Jangan banyak-banyak (bahkan nyaris semuanya) bertumpuk di satu titik. Terlepas bagaimana nanti distribusinya; apakah untuk APBN, sedekah/hibah saja, wakaf, investasi, atau apapun itu.

5. Belajar sabar itu perlu keteladanan, nggak bisa sekadar teori-teori beginian doang.

Sudah terlalu banyak nasehat-nasehat dan petuah-petuah tentang kesabaran, namun semua itu tak otomatis membuat saya instan menjadi penyabar.

Namun alhamdulillah, seiring berjalannya waktu, akhirnya saya menemukan tips belajar bersabar yang ampuh.

Apa itu?

Yaitu, banyak-banyaklah bergaul dengan orang-orang yang penyabar.

Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri; para senior saya yang menghadapi masalah besar. Mereka banyak menerima curhat dari orang-orang bermasalah.

Saat saya melihat langsung tersebut, saya membayangkan kalau diri saya dihadapkan oleh masalah-masalah dan curhat-curhat seperti itu; pasti saya sudah emosi dan marah-marah duluan. Pasti respon saya malah bikin masalah tambah besar dan ujung-ujung jadi berantem.

Namun, saya tak menduga, ternyata para senior saya tetap sabar menghadapinya.

Ternyata responnya tetap santai. Tidak panik, dan tidak emosi.

Ternyata tetap calm, tidak membalas kata-kata kasar dan kesal orang lain dengan kasar dan kesal juga.

Dari situ saya terkesima.

Dan alhamdulillah, saya ada bertemu dengan orang-orang seperti mereka cukup banyak. Ada beberapa senior saya di beberapa tempat yang berbeda.

- Advertisement -

Dari mereka lah, saya jadi semakin belajar bersabar.

Nah, bagi Anda yang masih belum mahir bersabar, barangkali mungkin Anda belum menemukan teladan orang yang sudah berhasil bersabar.

motto hidup sukses
Sumber: Google

Maka, cobalah Anda cari orang yang sudah biasa bisa bersabar. Bergaullah dengan mereka. Bahkan, bangunlah hubungan yang dekat.

6. Taqwa pasti bahagia, maksiat pasti menderita.

Kita semua menjalani hidup ini, dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan kita.

Namun, meskipun kita memiliki kebutuhan dan keinginan yang sama; kadang cara untuk memenuhinya tersebut berbeda.

Misalnya, kita ingin makan nasi.

Nah, cari orang-orang untuk bisa mendapatkan nasi itu ada banyak cara.

  • Ada yang langsung mencuri nasi
  • Ada yang bisnis, kemudian dapat untung, lalu beli nasi
  • Ada yang kerja jadi teknisi, kemudian dapat gaji, lalu beli nasi
  • Ada yang kerja jadi guru, kemudian dapat gaji, lalu beli nasi
  • Ada yang bertani padi, kemudian sebagian hasil padinya itu dimasak jadi nasi
  • Ada oknum yang kerja jadi DPR, korupsi uang negara, kemudian uang hasil korupsi itu dia belikan nasi
  • Dan lain-lain, masih banyak lagi….

Nah, sebagai seorang muslim, tentu pertama kali yang harus kita pastikan adalah kita memilih cara-cara yang hukumnya boleh menurut syariat Islam. Jangan yang haram.

Mereka yang menempuh cara-cara yang haram, niscaya hidupnya akan menderita. Ntah itu menderita di dunia, atau di akhirat, atau bahkan di dunia dan di akhirat. Sudah banyak contohnya.

Yang paling banyak kejadian adalah pada persoalan:

  • Cara mendapatkan harta
  • Cara membelanjakan harta
  • Cara mengembangkan harta
  • Cara berinteraksi dengan lawan jenis

Misalnya, belum akad nikah tapi sudah melakukan interaksi tak syar’i. Tidak mengerti hak dan kewajiban suami-istri, ngertinya senang-senang aja. Akhirnya, saat sudah menikah, banyak masalah.

Misalnya, pengelolaan hartanya sarat akan hutang berbunga. Akhirnya, stress karena bermasalah.

Sebaliknya, mereka yang senantiasa bertaqwa pada Allah; maka akan senantiasa bahagia pula.

Karena memang, itulah definisi “bahagia”. Yakni, apabila bertaqwa kepada Allah.

motto hidup singkat islami
Sumber: Instagram

“Kebahagiaan” berbeda dengan “kepuasan”. Kalau “kepuasan”, bisa didapat asalkan kebutuhan dan keinginan terpenuhi.

Tapi, puas belum tentu bahagia kan. Bisa aja puas, tapi menderita. Lantaran, apa-apa yang dibutuhkan dan diinginkan itu didapat dari cara-cara maksiat.

Maka dari itu; taqwa pasti bahagia, maksiat pasti menderita.

Ini yang harus dipegang selalu, motto hidup yang singkat, tapi cukup bermakna: taqwa pasti bahagia, maksiat pasti menderita.

Bagaimana menurut Anda?

Komentar

Mufakir adalah seorang otaku tobat yang merasa dirinya masih belum banyak bermanfaat bagi orang lain, dan berusaha selalu ingin bermanfaat bagi orang lain. Baginya sukses itu sederhana, yaitu hari ini lebih baik dari hari kemarin. Passion menulis artikel seputar motivasi dan produktivitas.