Bebas Melakukan Apa Aja Selama Ga Merugikan Orang Lain? Kurang Tepat Itu

Kalau kita meninggalkan sholat itu nggak merugikan orang lain, berarti nggak usah sholat aja boleh nih? Nggak apa-apa?

Nah sebenarnya agak kurang tepat yaa, itu prinsip “Kita bebas melakukan apa aja selama ga merugiin orang lain”.

Di satu sisi mungkin ada bagusnya, berupa spirit kepedulian, agar dunia menjadi lebih baik.

Nah biar makin bagus spirit-nya itu, bahkan bukan hanya lebih baik di dunia, namun juga lebih di kehidupan setelah dunia, nah maka prinsipnya yang lebih bagus itu gini al-ashlu fî al-af’âl at-taqayyudu bi al-hukmi asy-syar’iy (hukum asal perbuatan adalah terikat dengan hukum syariah).

Jadi yang lebih tepatnya itu, kita bebas melakukan apa aja selama hukumnya mubah, nggak haram & nggak melalaikan dari yang wajib.

Dan sebenarnya ini kondisi normal dan sehat, sebagai orang yang beragama, terutama seorang muslim, menjadikan Tuhan itu concern dan top priority.

Mendidik diri sendiri dan anak-anak kita bangun jam 4 pagi untuk sholat subuh, walau itu sekilas kayak merugikan kita dan merugikan anak kita, masih ngantuk kan, tapi yaa itu normal kan menjawab panggilan Allah.

Kan sering disampaikan khatib juga, apalagi kalau di momen Idul Adha.

Karena kita bukan atheis dan bukan agnostik.

Kalau pun ada muslim yang tidak menjadikan wahyu itu concern, wahyu tidak dianggap top priority, tidak berorientasi, yaa kasihan sih, mungkin dia lagi nggak sehat.

Nggak ngerugiin orang lain yaa di dunia ini sekarang, nanti di Akhirat gimana? Kasihan kan.