Berhutang Itu Belum Tentu Buruk Kok, Justru Bisa Bantu Produktivitas

Banyak yang salah paham menjelek-jelekkan hutang, padahal hutang itu termasuk penunjang produktivitas lho.

Buat beli motor, laptop, kamera, oven, dan lain-lain, justru itu bisa mengakselerasi produktivtias kita. Sementara kalau nunggu tabungan cukup beberapa bulan atau tahun kemudian, kelamaan. Padahal kalau kita lebih produktif dari sekarang, itu lebih bagus. Membantu banget.

Kalau dalam Islam, berhutang itu hukumnya mubah-mubah aja. Boleh. Nggak haram. Bahkan ada ulama yang mengatakan sunnah.

Itu secara umum & hukum asalnya yaa.

Kalau ada praktek-praktek yang nggak bener, itu masuknya case khusus. Bukan case umum.

Yang penting itu agar nggak bermasalah:

1. Kita punya niat dan kemampuan untuk melunasinya, jangan ngemplang ya. Dan cek kapasitas kita. Kalau misalnya hutang Rp10juta, dan penghasilan per bulan kita Rp5juta, mestinya bisa-bisa aja lunasi dalam waktu 3-5 bulan misal. Tapi kalau nggak yakin bisa dilunasi kapan, bahkan ditanya estimasi pelunasannya perkiraan kapan aja nggak berani, mendingan nggak usah. Riskan. Bahaya.

2. Harus ada strateginya. Pelajari juga ilmu pelengkapnya, kayak manajemen cashflow, forecasting, analisis SWOT, trend ke depan gimana, dan sebagainya.

3. Akad-akadnya harus syar’i. Jangan ada riba, akad-akad bathil, dan sebagainya.

4. Sebaiknya untuk yang produktif yaa, jangan untuk konsumtif. Misalnya buat beli bahan baku, mesin, dan sebagainya. Jangan buat jajan boba untuk diri sendiri.

Kalau kalian ada pengalaman positif soal hutang, boleh dikomen yaa.


Sumber gambar: https://www.pexels.com/id-id/foto/orang-tanda-meja-tulis-meja-4386328/