Biar Nggak Gampang Bad Mood & Galau, Gunakan Teknik Re-Framing

Ada satu teknik yang sering saya pakai, untuk meminimalisir bad mood & perasaan galau. Yaitu, ReFraming. Atau membingkai ulang.

Mungkin kalian udah pernah denger contohnya dan praktekin juga.

Misalnya yang sering dijadiin contoh itu, kalau kita di jalan raya ada orang yang bawa motor/mobilnya ngebut-ngebut nggak jelas.

Kesel kita kan.

Tapi bisa aja kita positive thinking, ooh mungkin dia kebelet mau ke Toilet, makanya ngebut. Atau mungkin dia buru-buru sedang bawa orang ke Rumah Sakit giitu.

Contoh ReFraming lain, katanya kalau Pabrik Narkoba ditutup, akan banyak pengangguran. Nah, kita bilang, justru dengan ditutup gitu, banyak orang yang akan terselamatkan dari Narkoba. Dan pekerjanya bisa dapat kerjaan yang lebih baik & berkah.

Nah itu contoh ReFraming.

Kadang nggak selalu yang harus diubah itu faktanya, tapi pemahaman kita aja yang diubah.

Atau kalaupun mau mengubah fakta, pasti dimulai dari mengubah pemahaman.

Ketika pemahaman berubah, maka perbuatan bisa berubah, hingga akhirnya kondisi pun berubah.

Sekarang giliran kalian, coba kasih contoh ReFraming lainnya di kolom komentar yaa.

Terlepas ReFraming ini bisa berapa denial atau tetep sesuai fakta.

Karena ReFraming ini bisa dipakai untuk negatif menjadi positif maupun dari positif menjadi negatif.


Sumber gambar: https://www.pexels.com/id-id/foto/pria-dalam-kemeja-kancing-702139/