Hal Paling Mendasar untuk Membentuk Kebiasaan Baik & Menghilangkan Kebiasaan Buruk

Kalau kita mau berhenti ngerokok, terus suatu waktu kita ditawarin rokok, jangan kita bilang, “Oh maaf saya lagi pingin berhenti merokok.” Tapi bilang aja, “Oh maaf saya bukan perokok.”.

Ini satu lagi, yang saya pelajari di buku Atomic Habits di awal-awal babnya.

Kalau kita masih susah ngilangin kebiasaan buruk kayak merokok, gaya hidup nggak sehat, ninggalin sholat, dan lain-lain gitu…

Juga kalau masih susah bikin kebiasaan baik kayak olahraga, menulis, baca buku, dan lain-lain…

Mungkin karena kita belum menentukan identitas jadi diri kita, siapa sih sebenarnya diri kita ini?

Ini hal yang paling mendasar banget.

Jadi ternyata, misalnya, bukan karena kita ini udah kebiasaan main game, sehingga kita disebut seorang gamer.

Bukan.

Tapi justru karena kita menentukan jati diri kita ini, identitas diri kita ini, adalah seorang gamer. Sehingga, yaa kebiasaan rutin kita sehari-hari yaa main game, yaa karena identitas diri kita ini gamer.

Begitu pula jika misalnya saya, saya nentuin diri saya ini pengusaha. Berarti, yaa habits (kebiasaan) saya adalah, misalnya, bikin planning untuk penjualan, marketing, dan sebagainya. Dieksekusi, dimonitoring, dievaluasi, ditingkatkan, dan sebagainya, baca laporan keuangan, jaga kesehatan, dan sebagainyalah yaa.

Maka, stop mengatakan misalnya:

  • “Saya orangnya gaptek.”
  • “Saya memang dari dulu bangun tidurnya siang, nggak pernah bangun pagi.”
  • Dan sebagainya gitu. Hati-hati dengan keyakinan & kata-kata “Saya orangnya begini.. begitu..”.

Selengkapnya, temen-temen bisa baca & pelajar di buku Atomic Habits ini. Recommended banget.

Buku Atomic Habits

Temen-temen bisa beli di Tokopedia ataupun Shopee:


Sumber gambar:

  • https://ebooks.gramedia.com/id/buku/atomic-habits-perubahan-kecil-yang-memberikan-hasil-luar-biasa