Ilmu Motivasi Itu Nggak Ada & Nggak Penting?

Yang sering disebut orang “ilmu motivasi” itu nggak semuanya beneran ilmu motivasi sebenarnya.

Lebih tepatnya itu ilmu manajemen, ilmu mengelola emosi, ngelola mindset, mengelola “waktu” (atau produktivitas), juga ilmu komunikasi, ada juga yang opini, ideologi, dan filosofi.

Terus kalau “ilmu motivasi” itu yang kayak gimana? Udah sempat kita bahas bulan lalu di Video yang ini, bahas motivasi itu simple aja nggak usah makan waktu lama. Cukup kita maunya apa, dan nggak maunya apa. Udah.

Makanya kan kadang seolah-olah secara kesan itu kalau kita cuman menyebutnya “ilmu motivasi” doang itu kayak mohon maaf yaa, kasarnya kayak pepesan kosong.

Karena setelah itu yaa nggak dilanjut kayak ilmu manajemennya, gimana cara buat planning, controlling-nya gimana, evaluasi & troubleshooting-nya gimana, gimana kita mengatur pikiran kita, ngatur emosi kita, belajar komunikasinya, sampai nanti ke hal-hal teknis. Itu bukan “ilmu motivasi” sebenarnya kaan.

Kalau pun kita kok ketika bahas itu jadi kayak termotivasi, itu sebenarnya karena dengan strategi dan teknik itu, kita merasa semakin mendekat ke tujuan kita. Nah itu tetep aja “tujuannya” itu kita mau apa, itu yang disebut motivasi, bukan strategi & tekniknya.

So, stop kebanyakan menyebut “ilmu motivasi”. Coba gunakan istilah “ilmu manajemen”, mendingan gitu, jadi biar kecenderungannya nggak berhenti di motivasi aja, tapi lanjut bahas manajemennya.


Sumber: https://www.pexels.com/id-id/foto/foto-kutipan-papan-berbagai-macam-surat-yang-digantung-di-dinding-1742370/