Kadang Mending Gunakan “Apa” Daripada “Kenapa” untuk Menggali Penyebab yang Sebenarnya

“Kenapa kamu terlambat?”

“Apa yang menyebabkan kamu terlambat?”


Mungkin secara makna, 2 kalimat tersebut sama aja.

Namun, kadang dengan menggunakan kata “Apa yang menyebabkan..” itu lebih mudah dijawab daripada “Kenapa” yang kadang susah dijawab.

Kalau ditanya, “Mengapa kisah ini penting bagi Anda?”. Mungkin orang bakal jawab, “Hmmm… kenapa yaa..”

Lebih enak menjawab pertanyaan, “Apa yang membuat kisah itu penting bagi Anda?”, Kata “Apa yang” itu lebih memicu orang untuk lebih menggali penyebab yang sebenarnya.

Kalau nggak percaya, silahkan cobain aja. Ntar rasain bedanya.

Begitu salah satu pelajaran yang saya dapat, di buku Find Your Why karangan Simon Sinek dan timnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Semoga bermanfaat.


Sumber gambar: