Apakah Main Game Itu Salah, Haram, & Dosa?

Main game itu sebenarnya salah nggak sih?

Soalnya banyak juga yang ngelarang.

Hmmm… Begini.. saya sebenarnya kurang suka kalau mengatakan nggak boleh, haram, salah, dan sebagainya. Karena di samping secara umum boleh-boleh aja, dan bisa jadi juga ada sedikit manfaatnya, dan ini nih, saya tahu biasanya kalau orang main game di-judge salah begitu, pasti banyak yang ngamuk. Rasanya kayak dada & kepala udah ‘panas’ duluan. Kalau situasinya udah ‘panas’ gitu, jadinya udah nggak kondusif lagi ngobrol, apalagi mau menasehati. Malah udah mental, nggak bisa dinasehati. Kalau seumur hidupnya nggak pernah dapat nasehat, itu kan bahaya.

Jadi khusus topik pembahasan game ini, saya lebih prefer kalau misalnya orang mau stop, dia itu stop karena alasan yang dia buat sendiri, dan disuruh oleh dirinya sendiri aja. Karena yaa kalau dominan karena eksternal, pasti ngamuk.

Nah, soal main game itu bener atau salah, ini bisa ditunjau dari sisi hukum syara’-nya, dan dari sisi teori manajemen mungkin istilahnya yaa.

Dari Sudut Pandang Hukum Syariah Islam

Kalau darii sisi hukum syara’, silahkan simak penjelasan para Ustadz saja.

Sehemat yang saya tahu, secara umum yaa mubah aja. Boleh.

Karena pertama, dulu zaman Rasul juga ada beberapa permainan, walau permainannya itu fisik yaa, bukan pakai konsol kayak PlayStation, PC, atau HP gini. Dan lebih ke kayak olahraga juga, kayak main bola. Tapi kalau zaman dulu lebih ke kayak main lempar sesuatu gitu ke suatu target, ada juga lomba lari, ada juga main tebak-tebakan itu dan sebagian olahraga itu kan game juga, petak umpet juga, dan lain-lain.

Alasan kedua, dari kaidah hukum asal suatu benda itu mubah. Sebagaimana kaidah “al-ashlu fil asy-yaai al-ibahah” (الأصل في الأشياء الإباحة). Termasuk benda kayak HP ini mengandung plastik, kaca, dan sebagainya; itu mubah dimanfaatkan. Termasuk nanti ada juga dalil berikut ini:

هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ لَكُم مَّا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ ٱسْتَوَىٰٓ إِلَى ٱلسَّمَآءِ فَسَوَّىٰهُنَّ سَبْعَ سَمَٰوَٰتٍ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

Yang menggambarkan yaa kebanyakan hukum benda itu mubah.

Maka main game itu secara umum, hukumnya mubah.

Tapi itu secara umum yaa. Kecuali kalau didetailkan misal ada judinya, ada pornonya, melalaikan dari kewajiban, dan sebagainya nah itu lain cerita. Bisa jadi masuknya jadi haram.

Dari Sudut Pandang Teori Manajemen

Nah itu tadi sebelumnya dari sudut pandang hukum syara’. Kemudian kalau dari sudut pandang teori manajemen, dikembalikan ke goal kalian apa.

Kalau main game itu apalagi sering-sering itu akan menghantarkan kalian menuju ke goal kita, yaa berarti silahkan aja.

Tapi kalau justru nggak mengantarkan ke goal, yaa buat apa?

Misalnya goal kalian apa, ada yang pingin beli Rumah, ada yang pingin wisuda, nikah, jadi dokter, jadi insinyur, jadi Pengusaha?

Yaa mending kalian sibukkan diri ke aktivitas yang bisa menghantarkan kalian ke goal kalian.

Kalau mau jadi dokter, yaa mending misalnya konsumsi konten edukasi, baca buku, belajar; itu lebih relevan. Biar kita semakin melangkah & semakin mendekat ke goal berupa menjadi dokter.

Kalau kayak saya misalnya pingin jadi Pengusaha, yaa berarti rutin main game itu nggak relevan. Yang relevan itu, yaa riset pasar, cari peluang, cari ide produk, baca buku, ikut pelatihan, networking, baca laporan keuangan; itu yang relevan.

Karena yang dikhawatirkan yaa giliran pergantian akhir tahun misalnya, tiba-tiba udah tahun 2023, 2025, 2030, 2050; banyak orang yang kayak merasa insecure dirinya gitu-gitu aja, dia ngelihat orang udah punya prestasi ini, udah punya prestasi itu, sementara dia selama ini kebanyakan main game, apalagi game yang dimainkan udah ditutup server-nya. Close server. Udah di-shut down server-nya.

Mungkin oke kalau sekilas, misalnya di jam istirahat, atau baru pulang kerja, dan sebagainya; sebentar aja, selama nggak melalaikan, bisa mengendalikan diri nggak kecanduan, silahkan. Itu konteksnya semacam hiburan sekilas yaa kayak kalau kita jalan-jalan ke luar kota, nonton film, nongkrong-nongkrong, nonton film, dan sebagainya.

Nah jadi kurang-lebih seperti itu. Main game terus-terusan itu apakah bagus atau nggak, silahkan kalian bisa putuskan sendiri, berangkat dari goal kalian itu apa. Tujuan kalian itu apa.


Sumbar gambar: https://www.pexels.com/id-id/foto/orang-yang-memainkan-candy-crush-di-smartphone-nokia-228963/

Jangan lupa follow juga Brave and Force di Instagram, TikTok, YouTube, Facebook, Twitter, & Telegram ya Guys yaa.