Omongan Orang yang Boleh Diceukin & Omongan Orang yang Harus Didengerin

Guys katanya kita itu kan jadi orang nggak boleh anti-kritik, harus mau menerima kritik agar bisa berkembang.

Tapi di sisi lain kita itu tetep harus menjaga kewarasan kita, sehingga harus bisa bersikap bodo amat dengan orang yang mengomentari kita.

Nah, jadi yang bener gimana yaa? Kita harus bersikap siap menerima kritik? Atau bodo amat dengan opini orang?

Sebenarnya, yaa dua-duanya bisa. Dan dua-duanya perlu. Justru nggak bagus kan kalau kita nggak bisa dua-duanya, ntah nggak bisa menerima kritik, atau nggak bisa bersikap cuek.

Nah, maka dari itu, ada ilmunya. Kita perlu bisa memetakan, siapa yang kita dengerin, & siapa yang nggak usah kita dengerin.

Sehemat yang saya rumuskan, begini kira-kira rumusnya:

Omongan orang yang boleh dicuekin:

  • Orang yang ngomentari preferensi penampilan kita.
  • Orang yang ngomentari pilihan pekerjaan/profesi kita.
  • Orang yang ngomentari metode pendidikan kita ke anak-anak.
  • Orang yang bukan pakarnya.
  • Orang yang memang biasa senang ketika kita susah, dan dia susah ketika kita senang.
  • Orang yang terkenal pembohong.
  • Orang yang suka “menjilat”.
  • Orang yang bisa “disuap” untuk melanggar peraturan & kesepakatan.
  • Orang yang hanya berani ghibah di belakang saja.

Omongan orang yang harus didengerin:

  • Orang yang sayang dengan kita, ikut senang ketika kita senang, & ikut sedih ketika kita sedih.
  • Orang yang pakar di suatu bidang (contoh: dokter kalau topiknya soal kesehatan, arsitek kalau topiknya soal desain Rumah, dll).
  • Orang yang mengingatkan suatu kewajiban/keharaman yang tidak ada perbedaan di kalangan para ulama (contoh: wajibnya sholat, haramnya narkoba, dll).
  • Orang yang dikenal bertanggungjawab & jujur.

Sumber gambar: https://www.pexels.com/id-id/foto/pria-dekat-gunung-2870346/

 

Jangan lupa follow juga Brave and Force di Instagram, TikTok, YouTube, Facebook, Twitter, & Telegram ya Guys yaa.