Saat yang Tepat untuk Menyerah

Menyerah itu belum tentu buruk kok. Kadang ada benernya juga.

Setidaknya, dari sisi cara mencapai suatu tujuan besar.

Untuk tujuan besarnya, sebaiknya jangan pernah menyerah.

Tapi cara mencapai tujuannya, kalau ga efektif, gak mendekat kita ke tujuan kita, yaa gak apa-apa meyerah aja.

Contohnya, kita misalnya punya tujuan, ingin bisa punya Rumah, ingin naik haji, ingin menikah, ingin banyak bersedekah.

Terus, untuk mencapai tujuan itu, misalnya kita jualan masker, hand sanitizer, atau bisnis warnet di tempat orang yang udah pakai wifi sendiri.

Tapi, itu demand-nya kan udah semakin menurun yaa. Kayaknya susah kalau mau ngumpulin banyak dana, kalau dari bisnis itu.

Yaudah, kalau bisnis itu nggak efektif, nggak efisien; menyerah aja ga papa sih. Cari cara lain aja.

Kalau misalnya kita dari Jakarta, mau ke Jogja. Yaa, yang penting kita sampai ke Jogja kan.

Kalau ada kendaraan yang sudah ga bisa dipakai, ganti kendaraan lain juga ga papa. Kendaraan yang sebelumnya kita tinggalkan.

Kalau ada jalan yang lagi ga bisa dilewatin, mungkin karena longsor, sedang perbaikan, atau apa, yaa lewat jalan lain aja ga papa. Jalan yang udah udah masuk planning itu kita batalkan aja ga papa.