Siapa Bilang Kita Gak Boleh Pakai Kata “Jangan”? Ini Kesalahan Teori Laragan Kata “Jangan” PART 2

Benar kah kita nggak boleh menggunakan kata “jangan” karena katanya kata “jangan” itu nggak efektif, part ke-2.

Okey kita lanjut pembahasan part 1 kemarin yaa.

Alasan ke-2 kenapa kata “jangan” itu seolah nggak efektif & kontraproduktif, karena tidak diberi kejelasan alternatif.

Misalnya, kenapa ketika dikatakan, “Jangan lihat ke kiri!” kadang justru orang malah tetep lihat ke kiri, itu karena tidak diberikan alternatifnya, misalnya apakah jadinya lihat ke kanan aja, atau lihat ke atas, lihat ke bawah, atau belakang, atau serong misalnya.

Maka dari itu, penggunaan kata “jangan” bisa aja efektif jika disertai alternatifnya. Misalnya, “Jangan lari-lari nak, jalan pelan-pelan aja yuk”. Contoh lain, “Jangan teriak-teriak kalau di Mall Nak, di teriak-teriaknya nanti aja kalau kita ke Pantai lagi”.

Nah, maka dari itu, menggunakan kata “jangan” itu boleh-boleh aja dan bisa aja efektif kok. Nggak masalah. Dengan catatan, seperti yang kita bahas di video sebelumnya, pertama larangannya itu disertai faktor why, bahkan big why atau strong why. Dan yang kedua, berikan alternatif pilihan lain, kalau A nggak boleh, maka silahkan ayo B. Gituuuu…

Masuk akal kan?


Sumber gambar: https://www.pexels.com/id-id/foto/lampu-jalur-penyeberangan-pejalan-kaki-parkir-garis-garis-8609786/