“Sulit” Itu Beda Yaa dengan “Mustahil”

“Sulit” itu beda yaa dengan “mustahil”.

Kalau mustahil, okey, memang nggak usah dilakukan & nggak usah dibahas.

Contoh yang mustahil itu misalnya:

  • Gimana caranya manusia bisa terbang tapi pakai sayap, nggak pakai alat.
  • Gimana caranya bikin mesin waktu kembali ke masa lalu.
  • Gimana caranya laki-laki bisa hamil.
  • Gimana caranya ada benda yang tidak bergerak sekaligus bergerak.

Itu mustahil. Menyerah aja nggak apa-apa, boleh.

Tapi kalau susah, nggak sampai mustahil, itu masih ada peluang kita bisa mewujudkannya.

Selama itu worth it. Ya lakukan aja walau susah.

Susah itu kan biasanya karena:

  1. Belum pernah atau jarang.
  2. Resources yang dibutuhkan banyak, sementara yang kita punya sedikit. Resources itu kayak waktu, tenaga, uang, dan tim.
  3. Dan lain-lain lah yaa. Bisa juga susah itu karena kurang ilmu, kurang keterampilan, belum momentumnya, kurang jelas soal visi, misi, SOP, KPI, dan sebagainya.

Nah, balik lagi, jadi harus bisa bedain yaa, antara sulit dan mustahil.

Sulit itu normal, memang di hidup ini banyak sekali yang sulit. Itu normal.


Sumber gambar: https://www.pexels.com/id-id/foto/pria-yang-duduk-di-bangku-datar-3490348/